Putus Mata Rantai Covid 19, Polres Bengkulu Bersinergi Bentuk Posko PPKM

Sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat tentang penanganan Covid 19, Polres Bengkulu, Polda Bengkulu bersinergi dengan pemerintah daerah membentuk Posko PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Pembentukan Posko PPKM akan dilakukan di 67 kelurahan di Kota Bengkulu. Dimana masing-masing kantor Lurah nantinya menjadi lokasi pendirian Poko PPKM.

Posko Terpadu Satgas Covid 19

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bengkulu melalui Kasat Binmas AKP M. Tohir di Mapolres Bengkulu.

AKP M. Tohir mengatakan bahwa pendirian Posko diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 di tingkat Kelurahan, RT/RW agar lebih berperan dan tepat sasaran pada Skala MIKRO.

Fungsi dari Posko PPKM nantinya sebagai tempat perencanaan, koordinasi, pengendalian serta evaluasi kegiatan penanganan Covid 19.

Dimana Posko memiliki empat aspek penting yaitu pencegahan, penanganan, pembinaan serta pendukung.

Oleh karena itu di dalam Posko nanti ada beberapa unsur yang dilibatkan antara lain  dari unsur TNI Polri yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai TRACCER  dan Tenaga Kesehatan sebagai Vaksinator. Selain itu ada  Relawan dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Penyuluh, Karang Taruna hingga Pramuka Saka Bhayangkara, pungkasnya.

cj

Kapolres Bengkulu menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, S.IK, Jumat pagi menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat.

Didampingi sejumlah PJU penyerahan dilakukan secara simbolis di lobi Mapolres Bengkulu.

Sebanyak 10 ton beras bantuan Polri akan disalurkan kepada masyarakat Kota Bengkulu yang membutuhkan melalui Personel Bhabinkamtibmas.

“Pagi ini kita akan mendistribusikan beras bantuan dari Kapolri sebanyak 10 ton kepada masyarakat nantinya bantuan beras akan disalurkan melalui Bhabinkamtibmas karena mereka yang lebih tau kondisi warganya yang benar-benar membutuhkan”, ungkap Kapolres Bengkulu.